Skip to main content

Posts

Biografi Al Mawardi

            Abu Al-Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al-Mawardi  Al-Basri Al-Syafi’i lahir di kota Basrah pada tahun 364 H(947M).Setelah mengawali pendidikannya di kota Basrah dan Baghdad selama 2 tahun,ia berkelana ke berbagai negeri islam untuk menuntut ilmu.Diantara guru-guru Al-Mawardi adalah Al-Hasan bin Ali bin Muhammad Al-Jabali,Muhammad bin Adi bin Zuhar Al-Manqiri,Ja’far bin Muhammad bin Al-Fadhl Al-Baghdadi,Abu Al-Qasim Al-Qusyairi,Muhammad bin Al-Ma’ali Al-azdi,dan Ali Abu Al-Abu Al-Asyfarayini.             Berkat keluasan ilmunya,salah satu tokoh besar mazhab Syafi’i ini dipercaya memangku jabatan qadhi (hakim) di berbagai negeri secara bergantian.Setelah itu Al-Mawardi kembali ke kota Baghdad untuk beberapa waktu kemudian diangkat sebagai Hakim Agung pada masa pemerintahan Khalifah Al-Qaim bin Amrillah Al-Abbasi.             S...

Pemikiran Ekonomi Menurut Imam Al-Ghazali

Baca :   Biografi Imam Al-Ghazali Pemikiran-pemikiran ekonomi Al-Ghazali didasarkan pada pendekatan tasawuf karena pada masa hidupnya, orang-orang kaya, berkuasa dan sarat prestise sulit menerima pendekatan fiqih dan filosofis dalam mempercayai Yaum al-Hisab (Hari Pembalasan). Pemikiran sosio ekonomi Al-Ghazali berakar dari sebuah konsep yang dia sebut sebagai “fungsi kesejahteraan sosial Islami”. Tema yang menjadi pangkal tolak seluruh karyanya adalah konsep maslahat atau kesejahteraan sosial atau utilitas (kebaiikan bersama), yakni sebuah konsep yang mencakup semua aktivitas manusia dan membuat kaitan erat antara individu dengan masyarakat. [1] Menurut Al-Ghazali, kesejahteraan (mashlahah) dari suatu masyarakat bergantung kepada pencarian dan pemeliharaan lima tujuan dasar, yakni agama (al-Dien) , hidup atau jiwa (nafs) , keluarga atau keturunan (nasl) , harta atau kekayaan (mal) dan intelek atau akal (aql). Ia menitik beratkan bahwa sesuai tuntunan wahyu, tujuan utama...

Biografi Imam Al-Ghazali

Nama lengkapnya Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Ghazali ath-Thusi, biasa dipanggil Abu Hamid, gelarnya Hujjatul Islam dan Zainuddin. [1] Di Lahirkan di Thabrani sebuah desa di Thusi Khurasan, Iran pada tahun 450 H (1058 M). Dia seorang yang yang sangat cerdas, teliti, sempurna jasadnya, istimewa pendapatnya, kuat hafalannya dan menguasai makna-makna yang mendalam. Sejak kecil, Imam Al-Gahzali hidup dalam dunia tasawuf. Ia tumbuh dan berkembang dalam asuhan seorang sufi, setelah ayahnya juga seorang sufi meninggal dunia. Imam Al-Ghazali merupakan seorang pemikir Islam yang banyakmenguasai bidang keilmuan, baik  ilmu filsafat, ilmu sufisme, ilmu fiqih, dan ilmu-ilmulainnya. Beliau mulai menulis tentang filosofiekonomi pada abad 11 dan 12, jauh sebelummunculnya ide Merkantilisme yang baru muncul enam abad setelahnya, maupun sebelum kemunculan ide pemikiran ekonomi fisiokrasi Adam Smith tujuh abad sesudahnya, yang dianggap oleh kalangan ekonomkonvensional sebagai tah...

Pemikiran Ekonomi Ibnu Taimiyah

Pemikiran ekonomi Ibnu Taimiyah banyak diambil dari berbagai karya tulisnya, antara lain Majmu’ Fatawa Syaikh al-Islam, as-Siyasah asy-Syar’iyyah fi Ishlah ar-Ra’i wa ar-Ra’iyah dan al-Hisbah fi al-Islam . Baca : Biografi Ibnu Taimiyah Harga yang Adil, Mekanisme Pasar dan Regulasi Harga         a.      Harga yang Adil Konsep harga yang adil pada hakikatnya telah ada dan digunakan sejak awal kehadiran Islam. Alquran sendiri sangat menekankan keadilan dalam setiap aspek kehidupan umat manusia.oleh karena itu, adalah hal yang wajar jika keadilan juga diwujudkan dalam aktivitas pasar, khususnya harga. Dalam membahas persoalan yang berkaitan dengan harga, ia sering kali menggunakan dua istilah, yaitu kompensasi yang setara (‘iwadh al-mitsl) dan harga yang setara (tsaman al-mitsl). Di tempat lain, ia membedakan antara dua jenis harga, yakni harga yang tidak adil dan dilarang serta harga yang adil dan disukai. Ibnu Taimiyah me...