Nama lengkapnya adalah Abdullah Abd al-Rahman Abu Zayd
Ibn Muhammad ibn Khaldun.ia dilahirkan di Tunisia pada bulan Ramadhan 732
H/1332 M atau bertepatan dengan tanggal 27 september 1332 M. ayahnya
bernama Abu Abdullah Muhammad. Ia berkecimpung dalam bidang politik. Kemudian
mengundurkan diri dalam bidang politik serta menekuni ilmu pengetahuan dan kesufian.[1]
Keluarganya memiliki darah keturunan Hadramaut yang
menyambung nasabnya dengan Wail bin Hujr. Salah seorang cucu Wail, Klalid bin
Utsman, pernah ikut ke Andalusia ( spanyol ) bersama tentara Yaman yang
bergabung dalam pasukan ekspedisi. Namun, sesampainya di Spanyol nama Khalid
berubah menjadi Khaldun. Karena itulah, keturunan setelahnya dipanggil dengan
nama Khaldun.[2]
Ibnu Khaldun mengawali pendidikannya dengan membaca
Al-quran, Hadis, Fikih, Sastra dan Nahu Sharaf dengan sarjana-sarjana terkenal saat
itu. Tunisia pada saat itu merupakan pusat Ulama dan Sastrawan di daerah
Magrib. Dan umur 20 tahun ia bekerja sebagai sekretaris sultan Fez di
Maroko.akan tetapi, setelah Tunisia dan sebagian besar kota-kota di Masyriq
dilanda wabah Pes yang dashsyat pada tahun749 H., mengakibatkan ia tidak dapat
melanjutkan studinya. Bahkan dalam peristiwa itu, ia kehilangan kedua orang
tuanya dan beberapa orang pendidiknya. Dengan kondisi demikian, maka pada tahun
1362 ia pindah ke Spanyol.
Diantara pendidik ibn Khaldun yang paling terkenal adalah
Abu Abdullah Muhammad Ibn Saad Ibn Burral al-Anshari. Darinya ia belajar
al-Quran dan al-Qiraat al-Sab’ah. Selain itu, gurunya yang lain adalah ; Syaikh
Abu Abdullah Ibn al-Arabi al-Hasayiri, Muhammd al-Syawwas al-Zarazly, Ahmad ibn
al-Qassar.[3]
Ibn Khaldun meninggal di Kairo pada tanggal 26 bulan
Ramadhan, tahun 808 H atau bertepatan dengan 16 Maret 1406 M dalam usia 76
tahun. Ia dikuburkan di pemakaman ash-Shufiyyah, namun letak kuburannya hingga
saat ini tidak dapat di pastikan dengan jelas.
Karya-Karya Ibnu Khaldun
Karya
terbesar Ibn Khaldun adalah Al-Ibar (
Sejarah Dunia ). Karya ini terdiri atas tiga buah buku yang terbagi ke dalam
tujuh volume, yakin Muqaddimah ( satu
volume ), Al-Ibar ( 4 volume ) dan Al-Ta’rif bi Ibn Khaldun ( 2 volume ).
Dalam Muqaddimah yang merupakan volume pertama
dari Al-Ibar, setelah memuji sejarah,
Ibn Khaldun berusaha untuk menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan sejarah
terjadi ketika sang sejarawan mengabaikan lingkungan sekitar. Ia berusaha
mencari pengaruh lingkungan fisik, non-fisik, social, institusional, dan
ekonomi terhadap sejarah.[4]
Akibatnya,
muqaddimah utamanya adalah buku tentang sejarah. Namun demikian, Ibn Khaldun
menguraikan dengan panjang lebar teori produksi, teori nilai, teori distribusi,
dan teori siklus-siklus yang kesemuanya bergabaung menjadi teori ekonomi umum
yang koheren yang menjadi kerangka sejarahnya.
Sumber :
[1] Ramayulis dan samsul Nizar, Enseklopedi
Tokoh Pendidikan Islam, ( ciputat : Quantum Teaching, 2005 ), h. 13
[2] Khalid Hadda, 12 Tokoh
Pengubah Dunia, ( Depok : Gema Insani, 2009 ), h.77-78
[3] Ramayulis dan samsul Nizar, Enseklopedi
Tokoh Pendidikan Islam, ( ciputat : Quantum Teaching, 2005 ), h.18-19
[4] Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam (Jakarta : PT Raja Grafindo, ), hlm. 393
Comments
Post a Comment