Dalam
buku khulafaur rasul SAW, Syeihk Khalid Muhammad Khalid menjabarkan dengan
sangat gamblang bagaimana gaya kepemimpinan umar bin khattab r.a. Sosok
pemimpin yang tidak melakukan banyak rekayasa pencitraan terhadap dirinya. Tapi
memang benar-benar hadir dan mensolusikan secara nyata setiap persoalan yang
menimpa seluruh rakyatnya.
Pertama, (MUSYAWARAH)
Dalam
bermusyawarah, Khalifah Umar tidak pernah mempromosikan drinya sebagai
penguasa. Beliau meletakkan dirinya sebagai manusia yang sama kedudukannya
dengan anggota musyawara lainnya.
Ketika
dia meminta pendapat mengenai suatu urusan, beliau tidak pernah menunjukkan
bahwa beliau seorang pemegang kekuasaan, bahkan khalifah umar selalu menanamkan
perasaan bahwa mereka adalah guru yang akan menunjukkan ke jalan kebaikan,
menyelamatkan dari kesengsaraan hisab dihari akhirat kelak, karena mereka
membantunya dengan pendapat-pendapat mereka untuk memperjelaskan kebenaran.
Kedua, (APBN UNTUK RAKYAK)
Semua
kekayaan negara dipergunakan untuk melayani rakyat. Di kala waktu itu, sesuai
kebutuhan zaman, Khalifah Umar mendirikan tembok-tembok dan benteng untuk
melindungi kaum muslimin. Khalifah Umar juga membangun kota-kota untuk
mensejahterakan rakyatnya.
Khalifah
Umar tidak pernah berfikir mengambil kesempatan atau keuntungan dari APBN untuk
kesenangan diri dan keluarganya. Malah beliau hidup dengan sangat zuhud,
sehingga tidak tertarik dengan kehidupan kemewahan, kenikmatan dan segala
bentuk pujian manusia yang mudah kagum dengan harta benda.
Ketiga, (MENJUNJUNG TINGGI
KEBEBASAN)
Dalam
satu muhasabahnya, Khalifah Umar berkata pada dirinya sendiri, “sejak kapan engkau memperbudak manusia,
sedangkan mereka dilahirkan ibunya dalam keadaan merdeka”?.
Menurut
Khalifah Umar , semua orang memiliki kemerdekaan sejak lahir kedunia. Khalifah
Umar sama sekali tidak takut akan kebebasan bangsanya, tidak pula khawatir akan
mencintai kebebasan manusia itu sendiri, seperti cinta seorang yang mabuk akan
kepayang serta menyanjung dengan penuh ketulusan.
Pemahaman
kebebasan menurut khalfah Umar sangat sederhana dan bersifat universal.
Kebebasan menurutnya adalah kebebasan kebenaran. Artniya, kebenaran berada
diatas semua aturan. Kebenaran apakah itu ? tentu kebenaran Islam, bukan
kebenaran kebebasan yang disandarkan pada logika liberalisme.
Keempat, (SIAP MENDENGAR KRIITIK)
Suatu
hari Khalifah Umar terlibat percakapan dengan salah seorangg rakyatnya, orang
itu bersikeras dengan pendapatnya dan berkata kepada Amirul Mukminin, “takutlah engkau kepada Allah”, dan
orang itu mengatakan itu berulang kali. Lalu salah satu seorang sahabat
membentak laki-laki itu dengan berkata, “
celakalah engkau, engkau terlalu banyak bicara dengan amirul mukminin”.
Menyaksikan
hal itu, Khalifah Umar justru berkata, “biarlah
dia, tidak ada kebaikan dalam diri kalian jika kalian tidak mengatakannya dan
kita tidak ada kebaikan dalam diri kita jika tidak mendengarnya”.
Kelima, (TERJUN LANGSUNG MENGATASI
MASALAH RAKYATNYA)
Sangat
masyhur ( populer) dikalangan umat Islam bahwa Khalifah Umar adalah sosok
pemimpin yang benar-benar merakyat. Tengah malam saat orang terlelap tidur
beliau justru patroli, mengecek kondisi rakyatnya. “jangan-jangan ada yang tidak bisa tidur karena lapar”, begitu
mungkin pikirnya beliau.
Begitu
beliau menemukan seorang ibu yang
anak-anaknya menangis karena lapar yang tidak ada bahan makanan yang bisa
dimasak, dengan segenap beliau langsung pergi ke baitul mal dan memikul sendiri
sekarung gandum untuk kebutuhan makan keluarga yang kelaparan tersebut.
Seperti
itulah setidaknya setiap pemimpin Muslim di negeri. Bekerja atas dasar iman
sehingga tidak ada yang didahulukan selain iman, takwa dan kesejahteraan
rakyatnya. Blusukan dimalam hari bukan siang hari, yang mana maksud dari itu
ialah agar tidak ada yang melihat tidak mencari pujian dari rakyatnya, tetapi
semata-mata mencari ridha Allah swt.
Semoga
lima hal diatas tersebut mewujud dalam diri pemimpin-pemimpin hari ini dan
semoga dimasa akan mendatang menjadi bangsa yang adil, makmur, cerdas, mandiri dan
sejahtera.

Comments
Post a Comment