Urbanisasi dan Migrasi Dalam Perspektif Islam
Agama
Islam, secara tersirat menganjurkan umatnya untuk merantau. Tradisi merantau
bahkan dicontohkan oleh para nabi, ulama, dan orang-orang besar, baik untuk
menuntut ilmu maupun menyebarkan kebaikan. Perintah ini yang secara tersirat
dan tersurat banyak disebut kan di dalam Alquran dengan frasa dan kisah
berbeda.
“Apabila
telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah
karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS.
Jumu’ah: 10)
Di
dalam Islam, merantau dengan tujuan untuk menuntut ilmu atau tujuan-tujuan
kebaikan lainnya, bahkan bisa makan dengan berada di jalan Allah (fii
sabilillah). Dimensi kosmik-teologis ini menjadi sumbu spiritual yang terus
menyalakan bara semangat para kaum urban untuk mencapai kehidupan lebih baik.
Islam
memandang bahwa Buruknya ri’ayah oleh negara disebabkan oleh sejumlah faktor
yang berujung pada sistem kapitalisme sehingga Pembangunan tidak didasari pada
paradigma pemeliharaan urusan rakyat (ri’ayah syu’unil ummah).
Dalam
kapitalisme negara harus seminim mungkin menangani urusan rakyat secara
langsung, sebaiknya penanganan semua diserahkan kepada swasta. Itulah yang
membuat dan terlihat dalam bentuk kemitraan pemerintah dengan swasta (KPS)
dalam pembangunan berbagai infrastruktur seperti jalan, jembatan, pasar,
terminal, pelabuhan, bandara, dan penanganan berbagai urusan. Dengan pola
seperti itu, keuntungan tidak dinikmati rakyat, tetapi dinikmati swasta yang
sudah berinvestasi pada beragam sektor strategis. Alih-alih melayani
masyarakat, kemitraan ini justru menempatkan rakat sebagai konsumen.
Hal
yang paling utama dari penyebab terjadinya urbanisasi dalam pandangan islam,
adalah tidak meratanya proses distribusi ekonomi, sehingga pusat-pusat ekonomi
dan perputaran uang hanya terjadi di satu wilayah tertentu saja (uang hanya
berada dalam golongan tertentu).
"Sesungguhnya
Allah swt. menyuruh berlaku adil dan berbuat kebaikan dan memberi kepada kaum)
kerabat ; dan melarang dari perbuatan keji, dan hal yang tidak disenangi, dan
memberontak. Dia memberi kamu nasihat supaya kamu mengambil pelajaran."
(Q.S. 16:91)
"Bukanlah
kebaikan bahwa kamu menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat, tetapi yang
sebenarnya kebaikan ialah yang beriman kepada Allah swt. dan Hari Kemudian dan
malaikat-malaikat dan Kitab dan nabi-nabi, dan memberikan harta atas kecintaan
kepada-Nya, kepada kaum kerabat, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin,
dan orang musafir, dan mereka yang meminta sedekah dan untuk memerdekakan hamba
sahaya; dan orang-orang yang mendirikan shalat dan membayar zakat; dan
orang-orang yang menepati janji mereka bila mereka berjanji, dan mereka yang
sabar dalam kesusahan dan kesengsaraan, dan tabah dalam masa perang; merekalah
orang-orang yang benar dan merekalah orang-orang yang bertakwa. (Q.S. 2:178)
“Dan
orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshâr)
sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah
kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap
apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan
(orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan
(apa yang mereka berikan itu)”. (Al-Hasyr:9).
baca juga : zakat dalam islam
Comments
Post a Comment