Perbedaan Distribusi Pendapatan Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam
Dr. Yusuf Qardhawi menjelaskan distribusi dalam ekonomi kapitalis terfokus pada paska produksi, yaitu pada konsekuensi proses produksi
bagi setiap proyek dalam bentuk uang ataupun nilai, lalu hasil tersebut
didistribusikan pada komponen-komponen produksi yang berandil dalam
memproduksinya, yaitu empat komponen yaitu, upah, bunga, ongkos dan keuntungan.
Sedangkan dalam ekonomi sosialis, produksi berada
dalam kekuasaan pemerintah dan mengikuti perencanaan pusat. Semua sumber
produksi adalah milik negara. Semua pekerja berada dalam kekuasaan dan rezim
negara. Prinsip dalam distribusi pendapatan dan kekayaan adalah sesuai apa yang
ditetapkan oleh rakyat yang diwakili oleh negara dan tidak ditentukan oleh
pasar. Negara adalah yang merencanakan produksi nasional. Negara pula yang
meletakkan kebijakan umum distribusi dengan segala macamnya baik berupa upah,
gaji, bunga, maupun ongkos sewa.
Kaum sosialis mengecam masyarakat kapitalis karena di
dalam masyarakat kapitalis kekayaan dan kemewahan hanya dikuasai oleh
sekelompok orang, sedangkan mayoritas masyarakat adalah kaum miskin.
Ekonomi islam terbebas dari kedua kedhaliman kapitalisme dan
sosialisme. Islam membangun filosofi dan sistemnya di atas pilar-pilar yang
lain, yang menekankan pada distribusi para produksi, yaitu pada distribusi
sumber-sumber produksi, di tangan siapa kepemilikannya? Apa hak-hak, dan
kewajiban-kewajiban atas kepelikan? Hal ini bukan berarti Islam tidak menaruh
perhatian kepada kompensasi produksi. Ia memperlihatkannya juga sebagaimana
kita lihat dalam perhatiannya terhadap pemenuhan hak-hak pra pekerja dan upah
mereka yang adil setimpal dengan kewajiban yang telah mereka tunaikan.
Distribusi dalam ekonomi Islam didasarkan pada dua nilai manusiawi yang sangat
mendasar dan penting yaitu: nilai kebebasan dan nilai keadilan.
Comments
Post a Comment