Pemuda tersebut kemudian membacanya,surat itu berisi :
“Surat ini kutulis untuk anakku yang tercinta, kau adalah harta ku yang sangat beharga ,didalam tidurku, disetiap hari ku kau lah semangat hidupku,tangisanmu menjadi gelisah buat hidupku tetapi sebaliknya canda dan tawamu menjadi kebahagianku yang tak pernah dapat diartikan siapapun yang aku rasakan.
Cara ku mendidikmu memang sangat lah berbeda dengan ayah ayah yang lainnya.
masih ingat kamu disaat ku tidak membeli hp yang kamu inginkan dan kau marah padaku, kau membenciku dan tak berbicara selama berhari hari denganku .dan aku hanya diam dan berkata ‘’kalau mau sesuatu kamu harus kerja’’.sungguh jahat diriku, maafkanlah semua hal yang pernah kulakukan itu padamu,bukan maksudku tidak memenuhi keinginan mu,tetapi ku ingin mengajarimu bangaimana cara nya berusaha untuk mendapatkan sesuatu tanpa meminta pada orang tua.apabila suatu saat aku sudah tiada pelajaran itu menjadi suatu motivasi dalam hidupmu.
wahai anakku jangan kau menangis karena kepergianku,dan jangan pernah kamu bersedih terhadap nasib yang menimpamu, baik itu nasib baik maupun buruk,tetap lah kau harus tegar agar kau punya pendirian yang kuat agar tidak ada orang yang bisa menjatuhkanmu.
pesanku jadilah orang yang mandiri dan jadikanlah pengalaman itu sebuah pelajaran agar kau mengerti apa arti dari kehidupan”.
Tak disangka pemuda tersebut menjatuhkan air mata dan merasa bersalah karena pernah membenci orang tuanya dulu.
Intinya :
“setiap orang tua punya cara tersendiri dalam mendidik dan membimbing anaknya.”
Motivasinya :
“Disaat orang tua marah belum tentu dia membenci diri kita ,tetapi marah itu menanadakan kasih dan sayangnya orang tua terhadap kita”’
“Jangan pernah bangga terhadap apa yang orang tua kita punya,tetapi banggakanlah orang tua kita dengan apa yang kita punya.”
Sekian......semoga bermamfaat dan dijadikan motivasi hidup 😊

Comments
Post a Comment