مَاجَازَبَيْعُهُ جَازَرَهْنُهُ “Apa yang boleh dijual boleh juga di gadaikan.” Sudah barang tentu apa yang boleh dijual maka boleh juga digadaikan, akan tetapi tentu ada kecualiannya seperti manfaat barang boleh disewakan tetapi tidak boleeh deigadaikan Karena tidak bisa diserah terimakan. [1] Hal ini dapat dilakukan baik dalam bentuk tertulis maupun lisan, asalkan di dalamnya terkandung maksud adanya perjanjian gadai di antara para pihak. Sebab, gadai merupakan perjanjian yang melibatkan harta sehingga perlu dimanifestasikan dalam bentuk pernyataan tersebut seperti halnya jual beli. K arenasetiap barang yang diperdagangkan boleh pula digadaikan dalam tanggungan hutangnya [2] . Seperti dalam kaidah yang tersebut di atas مَاجَازَبَيَعُه جَازَرَهْنُهُوَكُلُّ Setiap sesuatu yang diperbolehkan untuk dijual maka boleh digadaikan. Pengertian Jual Beli Secara terminilogi fiqh jual beli disebut dengan al-ba’i yang berarti menjual, mengganti, dan menukar su...